Search

Sosial Media untuk Sosialisasi Kebijakan

Humas Pulitbang (Pusat Penelitian dan Pengembangan) Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) mengundang Baba Studio sebagai Narasumber dalam memberikan Pengantar dan Manfaat Sosial Media dalam Sosialisasi Kebijakan dan Publikasi Kinerja dengan bentuk yang menari dan dapat dipahami oleh Masyarakat Umum.

Kegiatan yang diadakan pada hari Kamis, 12 Mei 2016 di Wisma PU, Jogjakarta pada jam 08.00 – 12.00 ini tidak hanya membahas tentang bagaimana menggunakan Sosial Media saja, tetapi juga konten apa yang diberikan, bagaimana membuat konten menarik sehingga bisa menjadi viral.

workshop-sosmed-pu1

Masukan dari salah satu peserta mengatakan bahwa pola pikir peneliti itu adalah ingin memberikan data yang selengkapnya dan sedetail mungkin kepada masyarakat umum. Ini pola pikir yang harus dirubah bila memang targetnya masyarakat umum.

Masyarakat Umum tidak bisa diberikan lengkap atau terlalu detil. Bagaimana membuat mereka tertarik, itu yang paling penting dan utama. Karena kalau mereka tidak tertarik, tidak akan dibaca. Kalaupun dibaca dan mereka tidak paham dengan cepat, mereka akan pergi dengan cepat juga dari situs web kita.

Jadi benar-benar harus satu per satu dan sedikit “Bombastis” yang tentunya dilengkap dengan fakta dan data, tidak hanya sekedar Bombastis Palsu yang sering dimainkan oleh media online abal-abal.

workshop-sosmed-pu2

Setelah diberikan beberapa tips trik tentang Sosial Media, ada salah satu peserta sharing tentang Jembatan Apung yang dibuat oleh Kementerian PUPR. Ketika diberikan Judul atau Tagline Jembatan Apung saja di situsnya, maka karya tersebut menjadi biasa saja. Tetapi ketika dirubah oleh berbagai media bahwa itu adalah Jembatan Apung Pertama di Indonesia, maka berita itu langsung menjadi viral dan di liput oleh berbagai media sebagai berita yang sensasional.

Sumber Gambar: Detik

Sumber Gambar Jembatan Apung: Detik

Oleh karena itu, kita harus memahami kekuatan kita, cari potensi dan keunikan kita. Apakah karya kita bermanfaat bagi masyarakat. Apakah karya kita yang pertama, terbaik berdasarkan data. Apakah ada prestasinya? Ini yang harus digali terus sampai menemukan tagline yang bisa menjadi viral di sosial media.

Secara Undang-Undang dan Peraturan memang belum ada yang secara detil (Yang dikhususkan untuk Kementerian dan Lembaga) mengatur tentang apa yang harus dan dilarang dalam mempublikasikan konten ke sosial media. Tetapi mungkin bisa mengacu kepada UU No. 11 Tahun 2008 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik.

Secara umum (Sumber: Wikipedia), materi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE) dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu pengaturan mengenai informasi dan transaksi elektronik dan pengaturan mengenai perbuatan yang dilarang.

Yang paling penting adalah konten yang dipublikasikan di sosial media bukan konten yang ilegal (kesusilaan, perjudian, pencemaran nama baik, pemerasan, ancaman). Ini mungkin yang bisa dijadikan panduan. Kalau konten tersebut tidak dalam kategori ilegal, maka aman untuk mempulikasikan konten di sosial media.

Konten-konten seperti kebijakan, kinerja, peraturan, tutorial yang bermanfaat bagi masyarakat aman untuk dipublikasikan.

Salam Pintar!



Zeembry

Penulis adalah Konsultan di bidang Animasi, Web Desain Arsitektur, Web Development, SEO, Internet Marketing. Founder BABAStudio.com (Sejak 2003) & SekolahPINTAR.com (2015). Untuk Info Pelatihan (021) 5366-4008.


Leave a Reply