Search

Peraturan Menteri 2016 di Kementerian PUPR tentang Pengelolaan Website

Sebagian besar Kementerian dan Lembaga RI masih belum mempunyai standarisasi tentang bagaimana cara mengelola sebuah website. Masing-masing bergerak sendiri-sendiri menurut pemahamanya masing-masing. Dan tentu hasilnya juga berbeda, ada yang bagus, bagus sekali, dan kacau sama sekali. Dalam tahap belajar, ini sah-sah saja dan justru harus didorong ke arah sana. Tetapi setelah itu, harus naik ke tahap berikutnya dengan saling belajar satu sama lain, yang kurang bagus belajar dari yang bagus untuk diterapkan di tempatnya masing-masing. Setelah itu baru kemudian dibuatkan standarisasi dalam bentuk peraturan menteri.

Dan ada Kementerian yang sudah melakukan itu dengan dibuatkan Permen untuk mengelola sebuah website. Silahkan bisa di download Peraturan Menteri No. 17/PRT/M/2016 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Berikut adalah salah satu contoh yang ada dalam permen tersebut, Bab 7.6.1,  saya menyebutnya Arsitektur Web Desain. Ini harus dibuat untuk Kementerian dan Lembaga RI supaya standar mengingat struktur organisasi dan pengelolaannya sangatlah kompleks, tidak sederhana.

Terlihat di bawah sudah ditentukan lokasi konten dari yang non prioritas sampai ke prioritas. Setelah ini disepakati, seminimal mungkin jangan dirubah. Walaupun kalau ada perubahan harus bisa dipertanggungjawabkan dengan data, bukan hanya karena pemimpin yang meminta atau karena suka-suka webmasternya. Ini sudah tidak bisa ditolerir lagi karena situs adalah media komunikasi untuk masyarakat, bukan hanya untuk pimpinan atau untuk internal saja.

Ada yang bertanya, kalau dibuat standar seperti ini tidak kreatif lagi dong, hilang kreatifitas kita dalam mendesain sebuah website.

Ini pertanyaan yang bagus karena… bukan menghilangkan kreatifitas!

Kreatifitas akan lebih banyak dan dialihkan dalam membuat kemasan konten. Konten selalu berubah-rubah. Konten harus CEPAT dan MUDAH dipahami oleh publik/masyarakat sehingga ini harus benar-benar super kreatif. Dan ini juga termasuk salah satu titik lemah dalam pengelolaan sebuah website, yaitu konten.

Konten yang bisa dibuat secara kreatif bisa dalam bentuk

  1. Infografis
  2. Ilustrasi
  3. Slider
  4. Banner
  5. Video

Kreatifitas harus didorong ke arah mengemas konten supaya masyarakat menikmati. Karena kebanyakan konten-konten Kementerian dan Lembaga RI sangat banyak, detil, serius dengan tulisan yang beratus-ratus lembar. Mungkin hanya akademisi dan wartawan yang bisa mengemasnya dalam bentuk kreatif. Tetapi masyarakat awam tidak akan membacanya. Akhirnya masyarakat lebih senang ke situs berita, dibanding ke situs Kementerian dan Lembaga RI yang justru adalah gudang konten atau sumber konten yang menjadi acuan seluruh situs berita.

Masyarakat harus MENIKMATI konten, bukan DIJEJALI konten!

Kemudian di Permen tersebut saya jelaskan dalam bentuk poin-poin agar ada bayangan secara CEPAT dan MUDAH sebelum melihat detilnya, apa saja yang di STANDARISASI ?

  1. Jenis tulisan dan warna, tidak menggunakan huruf kapital, garis bawah terlalu banyak.
  2. Penggunaan Gambar, Suara, dan Video dengan format tertentu
  3. Masing-masing bagian diberikan tugas untuk mengelola konten tertentu

Tetapi sayang masih ada yang kurang detil, yaitu

  1. Berapa banyak target setiap bagian dalam memproduksi konten
  2. Setiap jam berapa konten tersebut harus dibuat, disetujui pimpinan, dan ditayangkan oleh Admin.
  3. Bila ada masalah dengan persetujuan pimpinan karena alasan tertentu, siapa yang dapat menggantikan pimpinan untuk menyetujui.
  4. Seperti apa format persetujuannya, apakah harus tertulis di surat, email, atau screenshot wa pimpinan.
  5. Apa masalah yang akan timbul terkait dengan permen tersebut dan bagaimana solusinya?
  6. Apa punishment dan reward-nya supaya permen ini berjalan dengan baik karena mengingat setiap ada peraturan baru biasanya hanya sebatas formalitas saja dan tidak benar-benar dijalankan karena kerjaan yang menumpuk atau terkendala masalah sdm

Semoga hal-hal detil yang telah disebutkan di atas tertuang di kebijakan lain agar permen ini dapat dijalankan dengan baik.

Salam Pintar,



Zeembry

Penulis adalah Konsultan di bidang Animasi, Web Desain Arsitektur, Web Development, SEO, Internet Marketing. Founder BABAStudio.com (Sejak 2003) & SekolahPINTAR.com (2015). Untuk Info Pelatihan (021) 5366-4008.


Leave a Reply